ToR – The Fifth Pre-Conference Seminar of IC-THuSI 2016

Perjalanan Intelektual Sarjana Muda Muslim: Dari Filsafat ke Ilmu-ilmu Manusia

Kaderisasi dan regenerasi sarjana-sarjana Muslim untuk mengembangkan ilmu-ilmu manusia (sosial-humaniora) dalam perspektif Islam adalah salah satu agenda IC-THuSI. Hal ini merupakan keniscayaan karena proyek ilmiah pengembangan ilmu-ilmu manusia Islami menuntut aktivitas keilmuan yang kontinyu dan langgeng. Dalam konteks ini, peran filsafat Islam menempati posisi istimewa karena paradigma baru membutuhkan kerangka kerja metodologis-epistemologis-metafisis yang baru pula.

Untuk itulah, IC-THuSI bekerja sama dengan ICMES (Indonesia Center for Middle East Studies) melangsungkan sebuah Diskusi Ilmiah dengan menghadirkan tiga sarjana Muslim muda. Ketiganya adalah jebolan studi filsafat Islam (tingkat S1 dan S2) yang kemudian tertarik mengembangkan ilmu-ilmu manusia paradigma non-positivistik pada penelitian disertasi (S3) mereka. Mereka adalah Purkon Hidayat MA, Aan Rukmana MA, dan Ikhlas Budiman MA.

Purkon Hidayat adalah lulusan ITB (S1) dan Mustafa International Unversity (S2) program filsafat Islam. Selain peneliti ICMES, dia juga seorang jurnalis IRIB World Service; juga koordinator jaringan Gusdurian Teheran. Dalam Diskusi Ilmiah ini, Purkon akan menyampaikan makalahnya dengan judul “Meneroka Masa Depan Ilmu Ekonomi: Dari Positivisme menuju Realisme”.

Aan Rukmana adalah lulusan Universitas Paramadina (S1) dan ICAS-Paramadina (S2) program filsafat Islam. Sarjana yang sangat aktif dalam kegiatan-kegiatan ilmiah ini pernah menjadi Ketua Departemen Falsafah dan Agama Universitas Paramadina (2012-2015). Kini Aan tengah menyelesaikan program doktoral di UIN Syarif Hidayatullah dengan tema “Mengusung Sains Sakral sebagai Paradigma Ilmu”, yang akan dipresentasikan dalam Diskusi Ilmiah IC-THuSI nanti.

Ikhlas Budiman adalah alumni hawzah Qum yang menekuni filsafat dan Program Master Psikologi PKTTI-Universitas Indonesia. Dia yang sehari-hari mengajar di Sekolah Tinggi Filsafat Islam (STFI) Sadra cukup aktif menerjemahkan karya-karya filsafat Islam dan ‘irfan. Kini Ikhlas tengah menyelesaikan program doktoral di PTIQ Jakarta dengan tema “Pengalaman Beragama: Dari Pribadi menuju Publik” (relasi individu-sosial), yang akan dipresentasikan dalam Diskusi Ilmiah IC-THuSI nanti.

Untuk memperdalam diskusi tersebut, dua responden ahli ikut hadir, yaitu Dr. Ammar Fauzi (deputi riset STFI Sadra) dan Dina Sulaiman MA (direktur ICMES). Diskusi ini akan dipimpin oleh moderator Sahal Mubarok MA, lulusan ICAS-Paramadina yang akan meneliti psikologi Islam berdasarkan filsafat Mulla Shadra dalam disertasinya.

Adapun program Diskusi Ilmiah tersebut akan dilangsungkan pada hari Senin/30 Mei 2016 pukul 09.30 – 12.30 di STFI Sadra/Sadra Institute Lantai 4, Jakarta.